Sabtu, 03 Maret 2012

ABSENSI BERDEBU MURIDKU DI TK VENUS BERACUN 03


By: Eko Surya Winata

Tiap manusia memang memiliki hal yang berbeda, namun sesungguhnya mereka tetap ingin disebut sebagai manusia seutuhnya. Aku Eko Surya Winata, hanyalah seorang guru TK Venus Beracun 03 yang pagi ini sedang duduk di bangku taman, tersenyum kesemsem melihat anak didiknya dahulu. Mereka masih ada di balik buku absensiku yg sudah berdebu dan sekarang berada di balik atlas, dibalik karyanya yg menjadi tanda bahwa mereka pernah ada di bumi ini. Inilah sebagian kecil dari muridku dahulu, beberapa dari mereka tidak ada absensinya karena rajin bolos:

1. Gylbert Ryle, filsuf yang melihat dualisme tubuh-jiwa khususnya pada Rene Descartes soal jiwa/akal tak ubahnya sebagai “The Ghost in the Machine”

2. Jules Alferd Ayer, filsuf yang menekuni perbedaan dasar antara bahasa ilmiah, agama, estetik dan etika. Selain bahasa ilmiah bahasa lainnya nonsense.

3. Karl Popper, filsuf yang melihat terbalik bahwa kebenaran ilmiah bukan pada prinsip verifikatif melainkan falsifikatif= dinyatakan salah

4. Ludwig Wittgenstein, filsuf yang menelusuri proposisi logis sebagai batas-batas pemikiran atau sebagai dunia, dunia sebatas bahasa

5. Mikhael Bakunin, filsuf yang menyaksikan praktek kolusi: negara, agama, kapitalis di Rusia yang eksploitatif atas petani, melawan dengan anarkisme

6. Rosa Luxemburg, filsuf yang percaya pada gerakan spontan kelas daripada tatanan kesadaran kelas untuk gerakan perubahan revolusioner

7. Georg Lukacs, filsuf yang melihat kemungkinan adanya pengaruh roh pada jalannya sejarah materialisme

9. Simone De Beauvoir, filsuf yang memperjuangkan bagaimana perempuan harus keluar dari posisinya sebagai the second class agar menjadi warga terhormat

10. Hannah Aren’t, filsuf yang menelusuri munculnya kekuasaan totalitarianisme sedangkan terbentuknya masyarakat karena dari keadaan plural

11. Emmanuel Levinas, filsuf yang terenyuh berhadapan dengan wajah orang lain, wajah-wajah yang polos dan menjadi tanggung jawab “aku”...

12. Merleau-ponty, filsuf yang menganggap bahwa persepsi bukan sekedar carapandang indrawi namun sebuah dunia yg dialami dan dihayati

13. Heidegger, filsuf yang yakin bahwa problem dasar dari dunia kehidupan ialah ada di sini dan sekarang

14. Whitehead, filsuf yang setia pada proses,  tak ada yg menetap kecuali proses itu sendiri

15. Bertrand Russel, filsuf yang berusaha membangun empirium tertinggi bagi empirisme lewat bahasa dan logika

16. Rudolf Carnap, filsuf yang militan meneliti keadidayaan pikiran sekaligus batas-batasnya pada sintaksis

17. Edmund Husserl, filsuf yang membuka kesadaran yang membelenggu dirinya sendiri lalu mengarahkannya pada dunia makna dan ekspresi

18. Kierkegaard, filsuf yang menelusuri 3 tahapan eksistensi manusia, estetik, etik dan yang tertinggi teologis

19. Nietzsche, filsuf yang menyambut kematian tuhan yang dibunuh manusia sebagai pemutusan sejarah moral budak untuk membangun moral tuhan.

20. Gottlob Frege, filsuf yang mencari persoalan dasar filsafat lewat logika-matematika yang tak lain terletak pada bahasa/proposisi yang bermakna

21. Willhelm Dilthey, filsuf yang membagi 2 model metode ilmu: eklaren untuk bidang ilmu alam dan verstehen untuk ilmu humaniora

22. Ernst Cassirer, filsuf yang melihat potensi luar biasa pada manusia yaitu “menunda” (berpikir) dan dengan itu terampil membuat dan membaca simbol

23. Henri Bergson, filsuf yang menggali dasar terjadinya perkembangan hidup dan menemukannya sebagai daya juang (elen vital)

24. Isalah Berlin, filsuf yang dengan giat menggali makna kebebasan dan membaginya jadi 2: “Kebebasan dari” dan “Kebebasan untuk”

25. John Dewey, filsuf yang mencarikan isu-isu filsafat ke dalam wilayah pendidikan yang langsung memberi manfaat dalam kehidupan keseharian

26. William James, filsuf yang meradikalisasi pengalaman-pengalaman kongkrit manusia sebagai dorongan kepercayaan yang mendasari pengetahuan dan tindakan

27. Charles S Pierce, filsuf yang begitu militan mempelajari unsur-unsur logika yang menurut kesimpulannya sebagai ilmu tanda (Semiotika)

28. Karl Marx, filsuf yang yakin bahwa dengan kemanusiaan secara kolektif sejarah dialektik akan berakhir pada kondisi tanpa kelas

29. Perre-Joaeph Proudhon, filsuf yang sangat curiga terhadap milik pribadi pedagang yang disimpulkannya sebagai pencurian

30. John Stuart Mill, filsuf yang melihat semakin tinggi tingkat kedewasaan sebuah masyarakat maka makin tinggi pula penghargaannya akan kebebasan

31. Jeremy Bentham, filsuf yang mengusulkan kalkulasi psikologis untuk mengecap kenikmatan terbesar dengan jumlah terbesar

32. Adam Smith, filsuf yang dengan tegas memisahkan peran kegiatan ekonomi dengan kekuasaan negara dengan alasan moralitas kepentingan diri

33. Mary Wollstonecraft, filsuf yang mengawali perhatiannya pada diskriminasi hak asasi antara laki-laki dengan perempuan

34. Hegel, filsuf yang menelusuri jalannya sejarah lewat pertentangan dialektis Roh hingga pada puncaknya secara absolut

35. Leibniz, filsuf yang menganggap bahwa realitas terdiri partikel-partikel terkecil (monade) yang tertutup dalam dirinya bak individu/ego mutlak

36. Immanuel Kant, filsuf pencari jalan tengah secara kritis tapi insyaf bahwa usaha itu tak sepenuhnya berhasil, kritisisme pasti berpihak

37. Spinoza, filsuf yang yakin bahwa segala sesuatu diatur oleh sebuah pikiran logis secara absolut khususnya etika

38. Jean-Jacques Rousseau, filsuf yang yakin atas sikap dasar baik manusia dan menyesalinya ketika dirusak oleh masyarakat.

39. Thomas Hobbes, filsuf yang mencari motif perilaku manusia sebagai makhluk yang naturenya ingin menguasai dan dikuasai

40. Machiavelli, filsuf yang memimpikan keutamaan dengan membedah paradoks kekuasaan: demi kekuasaan itu sendiri dan kemanusiaan

41. John Locke, filsuf yang bertolak dari ruang serba kosong dan steril, tabula rasa

42. David Hume, filsuf yang mencari kebenaran lewat probabilitas anti kausalitas

43. Rene Descartes, filsuf yang mencari keyakinan dengan keraguan total, universal

44. William Occam, filsuf yang mencari dasar realita dengan menggunakan “pisau cukur”

45. Don Scotus, filsuf yang mencari perbedaan essensial, prinsip individuasi, dari berbagai esensi benda-benda

46. Ibn Rush, filsuf yang mencari keberadaan tuhan lepas dari kepercayaan atas wahyu

47. Ibn Sina, filsuf yang mencari makna universal dari hal-hal partikular

48. Anselmus, filsuf yang menemukan ada tertinggi sebagai tuhan

49. Thomas Aquinas berfilsafat dengan menelusuri jalan demi jalan untuk mencapai satu , kebenaran/tuhan

50. Petrus Abeldarus, filsuf yang tegas menyimpulkan bahwa segala sesuatu eksis karena penamaan, tuhan pun hanyalah nama

51. St. Agustinus, filsuf yang berpikir dari kebersalahan diri dan terus mencari obat penebusan sebagai jalan berbudaya

52. Boethius, filsuf yang menalarkan filsafat sebagai bidang berpikir untuk kesenangan/kegembiraan hidup

53. Marcus Arelius, filsuf yang percaya pada satu pusat dunia sebagai pusat kekuasaan

54. Plotinus, filsuf yang paling yakin bahwa segala sesuatu berasal dan akan kembali pada yang satu, the one

55. Aristoteles, filsuf yang menemukan kebenaran pada nalar manusia sejauh terkait dengan data-data pengalaman indrawi

56. Plato, filsuf yang sangat yakin pada kebenaran abadi di balik segala sesuatu yang terdata lewat pengalaman

57. Phytagoras, filsuf yang terobsesi mematematikakan segala hal, salah satunya bunyi menjadi tangga nada

58. Para filsuf pra Socrates mencari zat dasar dari segala sesuatu yang ada

59. Socrates, filsuf martir demi mempertahankan kebenaran/nalar

Pengantar tersebut hanyalah fiksi. Tentunya segala kekurangan akan aku benahi sesuai dengan pemahamanku. Semoga bermanfaat, bila tidak maka manfaatkanlah!

“Sesungguhnya setiap manusia adalah filsuf, filsuf bagi dirinya sendiri. Dan sekolahku adalah alam semesta karena aku bisa belajar SEMUANYA dan SEMAUNYA (Winata:69)”

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Tayangan halaman minggu lalu

Loading...
Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Kunang-kunang, dulu aku kecil, kau-pun juga. Sekarang aku besar, tapi kau masih tetap saja kecil. Andai ada kunang-kunang sebesar diriku, maka akan teranglah dunia.

Pengikut